Peta Gerakan

 "Membaca Peta Gerakan Kampus Dalam Sudut Pandang Trilogi Hima Persis"

STAI Al Hidayah Tasikmalaya memiliki tagline unggul, islami, Tafaqquh Fiddien, tagline ini kalau di analisis dengan metode konjungsi korelatif memiliki makna yang saling keterhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Unggul sebagai pusat keilmuan yang bermutu, berdaya saing, dan berintegritas. Islami dala menanaman nilai moral dan adab. Tafaqquh Fiddien, pendalaman dan pemahaman mendalam terhadap agama.

Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam memiliki trilogi sebagai jargon dalam organisasi. Yakni, Imarah Fikriyah, Taghyir Ijtimai, Taghyir Siyasi. Singkatnya triologi itu sering di ucapkan, Ilmiah Progresif Revolusioner. 

Bagaimana Kader Hima Persis Mengsinergiskan gerakannya dengan cita-cita besar kampus?

Kalau dilihat dari tagline atau cita-cita besar kampus dengan Trilogi Hima Persis ini memiliki keterhubungan yang saling menguatkan. _Pertama_ Imarah Fikriyah (Kepemimpinan Dalam Berfikir) Menjunjung Tinggi Keilmiahan. Kader Hima Persis persis menjadi penggerak ruh Intelektual yang menjaga agar keunggulan kampus tidak berhenti pada nilai IPK, tapi menumbuhkan kesadaran epistemik dan kejujuran ilmiah. _Kedua_ Taghyir Ijtimai (Progresif), keislaman tanpa progresifitas akan beku dan progresifitas tanpa keislaman akan kehilangan arah. Kader Hima Persis harus mengawal proses penanaman nilai islam di ruang akademik menjadi hal yang diutamakan oleh pihak kampus. _Ketiga_ Taghyir Siyasi (Revolusioner) berarti berani melakukan perubahan yang mendasar berlandaskan nilai Islam yang murni dan adil. 

Sintesis Korelatif :

1. Unggul - Ilmiah = Keunggulan akademik berakar pada tradisi nalar dan riset ilmiah 

2. Islami - Progresif = Keislaman yang dinamis, adaptif dan solutif terhadap zaman.

3. Tafaqquh Fiddien - Revolusioner = Pemahaman agama yang melahirkan keberanian mengubah dan memperbaiki tatanan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANIMAL FARM BOOK RESUME

“Digitalisasi Tanpa Literasi: Tantangan Cerdas Di Era Disinformasi”

Ketahanan Pangan Berbaasis Ulul Albab: Tafsir tematik Qs. Yusuf 47-49 dan 111